Skip to toolbar
Close

Buah jeruk nipis sebagai bahan pemutih kulit secara alami

Banyak orang beranggapan penampilannya akan sempurna dengan memiliki kulit putih, bersih dan halus, khususnya bagi kaum wanita sehingga muncullah berbagai macam teknik perawatan wajah dan kulit guna menjadikan kulit putih. Namun penggunaan kosmetik modern yang cenderung instan dan mahal tidak sepenuhnya aman bagi kulit wajah dan kulit tubuh bahkan sering memunculkan masalah masalah kulit lainnya. Banyaknya bahan kosmetik berbahaya yang dijual belikan di pasaran membuat konsumen harus benar benar cermat dalam memilih bahan bahan kosmetik yang akan digunakan dan akan lebih baik jika para konsumen beralih pada bahan bahan kosmetik tradisional yang alami dan telah dipercaya memiliki manfaat yang tidak kalah dengan kosmetik modern.

Salah satu bahan alami yang digunakan untuk bahan kosmetik tradisional sejak dulu adalah jeruk nipis. Buah ini telah dipercaya dapat memutihkan kulit wajah maupun kulit badan. Caranya sederhana yakni dapat dilakukan dengan banyak mengonsumsinya dan bisa juga dengan cara melumurkan potongan jeruk nipis kebagian tubuh yang diinginkan secara rutin.

Pada dasarnya kandungan yang ada dalam buah jeruk nipis antara lain asam sitrat sebanyak 7-7,6%, lemak, mineral, vitamin B1 dan lain lain. Jeruk nipis mengandung unsur-unsur senyawa kimia yang sangat bermanfaat, antara lain limonen, linalin asetat, geranil asetat, fellndren dan sitral. Secara umum buah jeruk nipis kaya akan vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh. Berikut ini adalah kandungan vitamin dan mineral buah jeruk nipis per 100 grĀ :

Vitamin C 27 mg
kalsium 40 mg
Fosfor 22 mg
Hidrat arang 12,4 gr
Vitamin B1 0,04 mg
Zat Besi 0,6 mg
Lemak 0,1 mg
Kalori 37 gr
Protein 0,8 gr
Air 86 gr

Kandungan vitamin C yang ada dalam jeruk nipis ini cukup tinggi, hal inilah yang menyebabkan jeruk nipis ini dapat digunakan untuk bahan kosmetik pemutih. Vitamin C atau asam askorbat merupakan salah satu senyawa yang dapat menghambat aktivitas tirosinase secara kompetitif melalui aktivitas antioksidan yang akan mengurangi terbentuknya dopakuinon.

Tirosinase merupakan enzim utama dalam proses biosintesis melanin yaitu pigmen yang berperan penting dalam menentukan warna kulit. Tirosinase mengkatalisis oksidasi L-tirosin menjadi dopakrom dalam dua tahap berbeda yaitu aktivitas kresolase dan aktivitas katekolase. Tahap pertama atau aktivitas kresolase adalah hidroksilasi L-tirosin menjadi L-dopa dan tahap kedua adalah aktivitas katekolase atau oksidasi L-dopa menjadi dopakuinon. Hambatan terhadap aktivitas tirosinase akan menyebabkan melanin berkurang atau tidak terbentuk sehingga bahan yang dapat menghambat aktivitas tirosinase dapat digunakan sebagai pemutih kulit. Suatu penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan ekstrak buah jeruk nipis dalam suatu substrat L-tirosin yang telah diberikan enzim tirosinase akan mengakibatkan menurunnya nilai aktivitas enzim tirosinase dalam substrat. Hal ini dapat terjadi akibat adanya hambatan kompetitif ekstrak jeruk nipis terhadap aktivitas tirosinase yang disebabkan oleh vitamin c yang ada dalam ekstrak (Anggraini, 2008).

© 2020 Ferlia Suci Ramadhani | WordPress Theme: Annina Free by CrestaProject.